Jumat, 03 Mei 2019
Kamis, 11 April 2019
KANKER DARAH
NAMA : ISPAWATI ASNAWIR
NIM : M.18.02.018
KANKER DARAH
gambar 1.5.
Kanker darah
merupakan salah satu penyakit mematikan yang bisa menyerang siapa saja. Kanker darah adalah jenis penyakit kanker yang paling umum.
Sebagian orang mungkin mengenal kanker darah sebagai leukimia, padahal leukimia
hanya merupakan salah satu dari jenis kanker darah Dilansir dari laman American Society of
Hematology, kanker darah adalah kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel
darah. Sebagain besar sel darah berawal dari sumsum tulang yang merupakan
tempat diproduksinya darah.
Sel induk yang ada dalam sumsum tulang
belakang akan menjadi dewasa dan berkembang menjadi tiga jenis sel darah yaitu
sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah
(trombosit). Ketiga jenis sel darah ini memiliki fungsinya masing-masing.
Sebagian besar kanker darah menyebabkan
perkembangan sel darah normal terganggu akibat dari pertumbuhan dari sel darah
yang abnormal. Sel darah abnormal atau bisa juga disebut sebagai sel-sel kanker
ini mencegah sel darah normal untuk menjalankan fungsinya seperti untuk melawan
infeksi hingga mencegah pendarahan.
Jenis-jenis Kanker Darah
Gambar 1.2. Sumber Gambar: Indus Health Plus
Sebelum menyelami lebih dalam mengenai kanker
darah, kenali terlebih dahulu jenis-jenis kanker darah. Kanker darah atau blood
cancer ini diklasifikasikan menjadi 3 jenis, berikut ketiga jenisnya.
1. Leukemia
Leukemia merupakan kanker darah, disebabkan
oleh produksi sel-sel darah putih abnormal yang cepat menyebar. Kanker darah
jenis ini paling umum dialami dan biasanya ditemukan dalam darah dan sumsum
tulang belakang.
Sel darah putih fungsinya adalah untuk melawan
infeksi. Keabnormalan produksi sel darah putih akhirnya merusak kemampuan
sumsum tulang belakang dalam memproduksi sel darah merah sehingga, menyebabkan
seseorang mengalami leukemia.
2. Myeloma
Myeloma adalah kanker sel plasma, biasanya
sering terjadi pada pria. Sel plasma adalah sel darah putih yang menghasilkan
antibodi untuk membantu tubuh menyerang kuman, menangkal penyakit serta infeksi
dalam tubuh.
Sel plasma normalnya ditemukan pada sumsum
tulang belakang. Ketika sel plasma tidak berfungsi dengan baik, tubuh jadi
melemah dan rentan terhadap infeksi.
3. Limfoma
Kanker limfoma muncul dalam sistem limfatik,
dimana sistem limfatik menghubungkan kelenjar limfe (kelenjar getah bening) di
seluruh tubuh.
Sistem ini memegang peran penting dalam sistem
kekebalan tubuh. Sel darah putih dalam sistem limfatik akan membantu
pembentukan antibodi.
Dengan kata lain, jika limfosit tidak normal,
dapat menyerang kekebalan tubuh sehingga, rentan mengalami infeksi. Dua jenis
limfoma utama adalah limfoma hodgkin (terdapat sel abnormal dalam pemeriksaan)
dan non hodgkin (tanpa sel abnormal).
Jenis sel limfosit yang terserang kanker dapat
diketahui lewat pemeriksaan mikroskop. Limfoma non hodgkin biasa lebih sering
terjadi dibandingkan limfoma hodgkin.
Gejala Kanker Darah
Gambar 1.3. Sumber Gambar: Zac’s Legacy Foundation
Perlu diketahui setiap kondisi tubuh setiap
orang berbeda-beda. Berikut ini, gejala dan ciri-ciri kanker darah berdasarkan
masing-masing jenis kankernya.
1. Gejala Kanker Darah Leukemia
- Merasa
lemas atau kelelahan berkelanjutan.
- Nyeri
pada tulang atau sendi atau pada bagian tulang belakang.
- Mudah
terkena demam.
- Rentan
mengalami pendarahan seperti mimisan atau memar.
- Anemia.
- Kulit
terlihat pucat.
- Sakit
kepala intens.
- Penurunan
berat badan.
- Nafsu
makan menurun.
- Mudah
terkena infeksi.
- Mengalami
keringat berlebih di malam hari.
- Gusi
membengkak dan membesar.
2. Gejala Kanker Darah
Myeloma
- Mengalami
sembelit.
- Mudah
terserang infeksi serta mudah berdarah dan memar.
- Sering
merasa haus.
- Mudah
kelelahan.
- Nyeri
pada tulang, gangguan kalsium sehingga tulang mudah patah (sakit di bagian
punggung).
- Berat
badan menurun.
- Nafsu
makan menurun.
- Sering
buang air kecil.
- Gangguan
pada ginjal.
- Kaki
yang bengkak dan mati rasa.
3. Gejala Kanker Darah
Limfoma
- Sesak
napas, batuk tak kunjung sembuh.
- Terdapat
tonjolan pada leher, ketiak, atau pangkal paha.
- Sakit
perut, punggung, nyeri tulang.
- Mengalami
neuropati (nyeri saraf).
- Terdapat
darah dalam tinja atau muntah.
- Volume
darah saat haid berlebihan.
- Sering
merasa kelelahan.
- Berat
badan menjadi turun drastis.
- Gatal-gatal
pada tubuh.
- Penyumbatan
aliran urin.
Jika sudah mengalami pembengkakan di leher,
ketiak, maupun pangkal paha hingga tangan atau kaki tanpa sebab, serta
penurunan berat badan, menggigil, kelelahan dan gatal-gatal selama lebih dari
beberapa hari, segera konsultasikan diri ke dokter.
Penyebab Kanker Darah
Gambar 1.4. Sumber Gambar: UPI
Penyebab dari kanker darah itu sendiri adalah
pertumbuhan sel-sel darah yang tidak terkendali serta alur sistemnya yang tidak
normal. Jika pada riwayat keluarga terdapat penyakit ini, ada kemungkinan
kanker darah akan menurun.
Bahkan, bagi yang tidak memiliki riwayatnya
tetap bisa terkena kanker darah.
1. Perubahan DNA
Pada kanker darah limfoma, masih belum
diketahui penyebabnya oleh para dokter, kemungkinan juga kanker ini terjadi
hanya pada orang-orang tertentu.
Begitu juga dengan kanker darah myeloma juga
leukemia. Para ahli beranggapan perubahan DNA bisa membuat sel-sel darah sehat
menjadi kanker.
2. Kondisi MGUS
Kanker darah Myeloma memiliki hubungan erat
dengan kondisi yang disebut Monoclonal Gammopathy (MGUS) yang juga belum
diketahui secara jelas.
Kondisi MGUS tersebut adalah kondisi kelebihan
molekul protein, biasa disebut imunoglobulin dalam darah.
3. Faktor Eksternal dan
Gaya Hidup
Faktor lainnya seperti virus tertentu, faktor
gaya hidup (pola makan tidak sehat, merokok, jarang beraktivitas fisik), hingga
paparan radiasi.
Selain itu, paparan kimia berbahaya dapat
menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker darah.
Pengobatan Kanker Darah
Gambar 1.5. Sumber Gambar: Khambenh Singapore
Sebenarnya, sekarang ini belum benar-benar
ditemukan obat kanker darah tetapi, kanker darah tetap dapat diobati dan
dicegah. Setiap kanker darah akan membutuhkan metode dan durasi pengobatan yang
berbeda-beda, tergantung pada jenisnya.
Pada dasarnya, kanker darah akan
diklasifikasikan terlebih dahulu setelah Toppers mengkonsultasikan diri ke
dokter. Lalu, nantinya baru akan diputuskan lebih lanjut apa saja metode
pengobatannya.
Berikut ini pengobatan yang biasanya dilakukan
bagi penderita kanker darah.
1. Kemoterapi
Kemoterapi merupakan pengobatan untuk
menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dan terapi paling umum pada kanker.
Menggunakan obat-obatan sesuai yang sudah dianjurkan dokter untuk membunuh sel
kanker.
2. Terapi Radiasi
Terapi radiasi menggunakan sinar ber-energi
tinggi agar sel-sel kanker dapat dibunuh. Dengan prosedur tersebut dapat
membantu menghilangkan rasa sakit akibat kanker darah.
Gelombang energi tinggi seperti gama, sinar x,
proton, serta elektron digunakan untuk menghancurkan sel kanker. Terapi ini
juga dilakukan untuk mempersiapkan transplantasi sel induk.
3. Operasi
Operasi akan dilakukan bila terdapat kelainan
tulang untuk memperbaiki tulang yang rusak akibat kanker darah yang dialami
penderitanya.
Hal ini, tergantung pada kondisi masing-masing
pasiennya.
4. Terapi Target dan
Biologis
Terapi target menggunakan obat-obatan untuk
mengidentifikasikan sel kanker secara spesifik. Nantinya sel tersebut akan
dihancurkan tanpa mengganggu sel-sel normal.
Sedangkan pada terapi biologis, akan merusak
sel kanker secara langsung maupun tidak langsung. Terapi biologis menggunakan
organisme hidup.
Artinya menggunakan rekayasa laboratorium atau
yang dihasilkan dalam tubuh manusia untuk melawan sel kanker. Kedua terapi ini
bisa menjadi alternatif dalam pengobatan kanker.
5. Cuci Darah
Bagi penderita myeloma, biasanya cuci darah
akan dilakukan ketika kerusakan pada ginjal akibat kanker darah berkembang
menjadi gagal ginjal.
Tentunya pencucian darah akan dilakukan
setelah mendapat persetujuan atau rekomendasi oleh dokter.
6. Transplantasi Sel
Induk (Stem Cell)
Transplantasi biasanya dilakukan setelah
melakukan kemoterapi atau terapi radiasi. Sel induk sumsum tulang yang rusak
akan digantikan dengan sumsum tulang baru, pembentuk darah sehat ke dalam
tubuh.
Sel induk bisa berasal dari tubuh sendiri atau
mengambil donor dari orang lain. Metode ini menjadi salah satu metode yang
dikenal paling efektif untuk mengobati kanker darah.
7. Cegah dan Ubah Pola
Hidup
Tentunya, gaya hidup dan pola makan juga
berperan penting untuk kesehatan. Dengan menjaga pola makan bisa membantu
mencegah serta mengatasi kanker darah bahkan segala jenis penyakit.
Lakukan olahraga atau aktivitas fisik secara
teratur, hindari paparan radiasi, makanan cepat saji, serta bahan kimia pada
makanan. Konsultasikan pola makanan yang cocok dengan kondisi tubuh pada
dokter.
Untuk melakukan pengobatan dirumah, terapi
relaksasi dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit.
Sumber :
Senin, 25 Maret 2019
KARBOHIDRAT (DIABETES MELLITUS)
KARBOHIDRAT (DIABETES
MELLITUS)
NAMA : ISPAWATI ASNAWIR
NIM : M.18.02.018
A.
Definisi Karbohidrat Dan Diabetes Mellitus
Gambar
1.1 karbohidrat
Karbohidrat
adalah senyawa organik yang terbentuk dari 3 unsur yaitu Karbon(C), Oksigen (O)
dan Hidrogen (H). Unsur-unsur membentuk karbohidrat dengan rumus tertentu
tergantung pada jenis karbohidratnya. Karbohidrat identik dengan gula. Karena
itu molekul karbohidrat sering juga di sebut molekul gula. Karbohidrat
merupakan sumber energi bagi sebagian besar makhluk hidup. Walaupun kalori yang
di hasilkan sangat kecil bila di bandingkan dengan kalori yang di hasilkan
protein ataupun lemak, tetapi karena mudah di temukan dan harganya sangat
murah, maka karbohidrat menjadi sumber energi yang paling populer. Selain
sebagai sumber energi, karbohidrat juga mempunyai peranan penting dalam
menentukan karakteristik bahan pangan.
Gambar 1.2 diabetes mellitus
Diabetes
melitus adalah kondisi di mana terdapat tingkat kadar gula (glukosa) yang
tinggi dalam darah. Ini juga sering disebut sebagai penyakit kencing manis.
Terdapat
3 jenis diabetes: diabetes tipe 1,diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional.
Diabetes tipe 2 adalah kondisi penyakit yang berlangsung lama (kronis). Dalam
diabetes tipe 2, tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik, hormon
khusus yang diproduksi oleh sel beta dalam pankreas.
Insulin
sangat penting karena mengontrol jumlah gula (glukosa) yang didapat sel-sel
tubuh dari darah. Orang-orang yang menderita diabetes memiliki kadar gula yang
banyak dalam darah, tetapi tidak cukup untuk sel tubuh. Kondisi ini menyebabkan
komplikasi berat pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, sistem saraf, gusi
dan gigi.
B.
Hubungan Karbohidrat (Diabetes Mellitus)
Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit akibat
gangguan metabolisme karbohidrat yang disebabkan oleh jumlah insulin yang
kurang atau karena kerja insulin yang tidak optimal, sehingga insulin tidak
bisa masuk ke dalam sel dan hanya menumpuk di pembuluh darah.
Diabetes
melitus adalah salah satu penyakit keturunan yang bersifat poligen atau multi
faktor genetik. Artinya bukan hanya satu gen saja tetapi interaksi antar gen.
Sehingga sulit untuk menentukan secara tepat berapa persentasi faktor genetik
yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. Namun dapat dipastikan resiko
penderita diabetes melitus paling tinggi terjadi bila salah satu atau kedua
orang tuanya menderita dibetes melitus jika dibandingkan dengan orang tua yang
bukan penderita.
Fungsi
utama dari metabolisme karbohidrat adalah untuk menghasilkan energi dalam
bentuk senyawa yang mengandung ikatan fosfat yang tinggi. Kelainan metabolisme
seringkali disebabkan oleh kelainan gen yang mengakibatkan hilangnya enzim
tertentu yang diperlukan untuk merangsang suatu proses metabolisme.
Diabetes
Melitus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat, dimana glukosa darah
tidak dapat digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia.
Pada umumnya,
karbohidrat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Macam-macam karbohidrat
tersebut adalah:
1.
Monosakarida atau gula
sederhana
Yaitu
karbohidrat yang paling sederhana sehingga tidak dapat dihidrolisis menjadi
karbohidrat jenis lain. Krbohidrat yang termasuk dalam golongan monosakarida,
antara lain adalah:
a.
Glukosa
b.
Fruktosa
c.
Galaktosa,dll
2.
Oligasakarida
Yaitu
karbohidrat yang terbentuk dari 2-10 monosakarida saling berikatan. Ikatan yang
terjadi antar molekul monosakarida disebut ikatan glikosida. Oligosakarida
dapat dihidrolisis menjadi beberapa molekul monosakarida tergantung pada banyak
molekul yang menjadi pembentuknya. Oligasakarida banyak macamnya dan
dikelompokkan berdasarkan banyaknya molekul monosakarida yang menjadi
pembentuknya. Contohnya:
a.
Oligosakarida yang terdiri
dari 2 monosakarida disebut sakarida. Contohnya: sukrosa, maltosa, laktosa.
b.
Oligosakarida yang terdiri
dari 3 monosakarida disebut triosa. Contohnya: rafinosa, maltotriosa, dan
begitu hingga seterusnya.
3.
Polisakarida
Yaitu
karbohidrat yang terbentuk lebih dari 10 molekul monosakarida. Contohnya:
a.
Amilum
b.
Amilosa
c.
Glikogen
C.
Inilah Hubungan Unik Karbohidrat Dan Diabetes
Makan yang benar sangat penting untuk pengobatan dan pengelolaan
diabetes. Untuk orang yang telah terkena diabetes, mengelola asupan karbohidrat
dan membuat pilihan makanan sehat sangat membantu dan penting untuk dijalankan.
Diabetes dapat dianggap sebagai penyakit yang disebabkan oleh
ketidakmampuan tubuh untuk memproses karbohidrat dengan benar. Insulin, hormon
yang diproduksi oleh pankreas, memungkinkan sel-sel tubuh untuk menyerap
glukosa (gula darah).
Nah, pada
penyandang diabetes, sel-sel tidak merespons dengan baik terhadap insulin.
Atau, dalam beberapa kasus, tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau
untuk benar mengelola kadar gula darah. Bagi sejumlah orang yang mengidap
diabetes, hal itu bisa keduanya.
Hasilnya adalah bahwa kadar glukosa darah menjadi abnormal
tinggi, berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Mengelola asupan karbohidrat
adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari komplikasi ini dan mengontrol
kadar glukosa darah.
Gejala diabetes yang terjadi biasanya macam-macam. Namun perlu
diketahui bahwa gejala diabetes pada wanita ada yang tidak terjadi di gejala
yang terjadi kepada laki-laki.
Kunci
untuk mengelola kadar gula adalah mengelola asupan karbohidrat. Hal ini karena
karbohidrat bertanggung jawab untuk menaikkan kadar gula darah. Mengelola
kuantitas karbohidrat adalah tujuan utama, meskipun memilih karbohidrat yang
lambat dicerna dengan kadar serat tinggi juga turut membantu. Selain
karbohidrat, penyandang diabetes perlu juga membatasi asupan garam, lemak
jenuh, dan menghindari lemak trans. Penting bagi penyandang diabetes untuk
memasukkan serat dan lemak sehat dalam makanan harian. Orang dengan diabetes
risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi,kolestrol tinggi, dan penyakit
jantung pada populasi umum. Sangat penting untuk mempertimbangkan risiko ini
saat merencanakan pola makan.
Lantas, apa hubungan karbohidrat dengan diabetes?
Seperti
disebutkan, karbohidrat dalam tubuh akan pecah menjadi glukosa dan darah akan
membawa glukosa (gula) ke seluruh tubuh, selanjutnya diserap tubuh dan diolah
menjadi energi. Keseimbangan atau jumlah glukosa yang dibutuhkan oleh tubuh
akan dikendalikan oleh insulin yang dihasilkan oleh pangkreas. Jika pangkreas
tidak bisa atau hanya menghasilkan insulin sangat sedikit, maka kadar glukosa
dalam darah akan berlebih yang lazim disebut gula darah tinggi, yang lazim
disebut diabetes melitus. Bahan makanan berkarbohidrat tinggi antara lain gula,
beras, umbi umbian, jagung, roti, mie, kentang, biskuit, dan juga sagu. Makanan
dengan kandungan kadar karbohidrat hampir murni atau mendekati 100 persen
adalah gula pasir. Sebenarnya semua jenis sayuran mengandung karbohidrat, tapi
karena kandungan seratnya tinggi, maka sayuran dimasukkan dalam makanan jenis
karbohidrat rendah. Serat sendiri sebenarnya termasuk golongan karbohidrat
juga,namun karena usus manusia tidak bisa mencerna serat tumbuhan maka serat
tersebut tidak bisa dicerna menjadi gula sederhana.
sumber:- http://www.kamusq.com
http://www.healthline.com
Jumat, 08 Maret 2019
SEL DAN PERANNYA DALAM ORGANISASI KEHIDUPAN
NAMA : ISPAWATI ASNAWIR
NIM : M.18.02.018
SEL DAN PERANNYA DALAM
ORGANISASI KEHIDUPAN
A. SEL
1.
Pengertian Sel
Sel Adalah Kesatuan Struktural Dan
Fungsional Makhluk Hidup, Yang Mengandung Pengertian Sebagai Penyusun Makhluk
Hidup Dan Melaksanakan Semua Fungsi Kehidupan, Berdasarkan Jumlah Sel Penyusun
Pada Makhluk Hidup Dapat Digolongkan Menjadi Makhluk Hidup Uniseluler Dan
Multiseluler.
Makhluk Hidup Uniseluler Adalah
Makhluk Hidup Yang Hanya Memilki Sebuah Sel Tunggal, Sedangkan Multiseluler
Adalah Makhluk Hidup Atau Organisme Yang Memiliki Lebih Dari Satu Sel.
Sel Memiliki Dinding Luar Yang Tipis,
Yang Dapat Tembus Oleh Zat Zat Kimia. Didalam Dinding Sel Terdapat Cairan Yang
Mirip Selai Yang Disebut Dengan Sitoplasma, Yang Memuat Struktur-Struktur Kecil
Organ Yang Kecil, Disebut Juga Dengan Organel, Untuk Menjalankan Fungsi-Fungsi
Khusus. Struktur Pusatnya Adalah Nukleus, Yang Memuat Gen Yang Menentukan
Bentuk Dan Fungsi Sel.
1. Bagian-Bagian Sel
Secara Garis Besar, Sel Dibagi Menjadi Tiga Bagian Utama Yaitu :
1. Membran Sel (Hewan) Atau
Dinding Sel (Tumbuhan)
Membran Sel Merupakan Bagian Terluar
Dari Sel Dan Sitoplasma Yang Berfungsi Mengatur Pertukaran Substansi Zat Dan
Melindungi Bagian Dalam Sel. Pada Sel Tumbuhan Terdapat Dinding Sel Yang
Berfungsi :
·
Melindungi Bagian Sel Yang Terletak Lebih Dalam
·
Memperkokoh Sel
·
Mencegah Agar Sel Tidak Pecah
·
Menjadi Tempat Berpindahnya Air Dan Mineral
2.
Sitoplasma
Sitoplasma Merupakan Massa Protoplasma
Yang Terletak Di Bagian Dalam Sel Di Antara Membran Sel Dan Nukleus. Sitoplasma
Terdiri Dari Dua Bagian Yaitu Bagian Luar (Ektoplasma) Dan Bagian Dalam
(Endoplasma). Sitoplasma Dapat Berbentuk Cair Atau Gel Dan Berperan Penting Dalam
Transportasi Zat Makanan.
3.
Organel
Organel Adalah Bagian Atau Organ Di
Dalam Sel Yang Memiliki Fungsi Tertentu. Organel Yang Terdapat Dalam Sel Antara
Lain Inti Sel, Plastida, Ribosom, Vakuola, Mitokondria, Badan Golgi, Retikulum
Endoplasma, Lisosom, Badan Mikro, Mikrotubulus Dan Mikrofilamen.
2.
Struktur Sel
Setiap makhluk
hidup terdiri hanya salah satu dari dua jenis struktur sel, yaitu : sel
eukariota dan sel prakariota. Perbedaan kedua jenis ini adalah posisi DNA
didalam sel yaitu sebagai berikut :
· Sel Prokariota Merupakan Sel
Yang Tidak Memiliki Nukleus, Sehingga DNA Nya Tidak Terbungkus Oleh Membran
Organel.
· Sedangkan Sel Eukariota
Memiliki Nukleus/Inti Sel.
3. Komponen Sel
1. Membran
sel
Membran sel adalah
lapisan tipis yang terbentuk dari molekul lipid dan protein yang berfungsi
sebagai rintangan selektif yang memungkinkan aliran nutrisi, oksigen, yang
cukup memenuhi seluruh sel.
2. Nukleus/
inti sel
Nukleus merupakan
komponen yang terdapat gen. Nukleus dibungkus oleh selaput membran ganda.
Dibagian dalam terdapat nukloelus, nukleoplasma, dan benang-benang kromatin.
3. Ribosom
Ribosom adalah
komponen sel yang memproduksi protein. Ribosom tersusun dari berbagai jenis
protein dan RNA. Ribosom sel eukariota lebih besar dari pada ribosom sel
prokariota.
4. Sistem
endomembran
Sistem endomembran
terdiri dari berbagai membran dalam sel eukariota. Membran-membran inti
terhubung langsung secara fisik atau melalui transfer dalam bentuk vesikel.
Sistem endomembran mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasma, badan
golgi, lisosom, berbagai jenis vakuola, dan plasma.
5. Retikulum
endoplasma
Retikulum
endoplasma adalah perpanjangan dari selaput nukleus yang terdiri dari saluran
bermembran dan vesikel yang saling terhubung. Terdapat dua jenis retikulum
endoplasmanya yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma harus.
6. Badan
golgi
Badan golgi
(aparatus golgi ) terdiri dari kumpulan vesikel pipih yang memiliki bentuk
sisternae ( berkelok-kelok) atau berbentuk kantong pipih. Badan golgi yang
terletak didalam sdl tumbuhan disebut diktiosom, keberadaannya kebanyakan
ditemui didekat membran sel.
Fungsi utama badan
golgi yaitu untuk mengangkut zat kimia didalam dan keluar dari sel, setelah RE
(retikulum endoplasma) mensintesis rotein dan lemak. Badan golgi merubah dan
mempersiakannya untuk mengekspor keluar sel.
7. Vakuola
Vakuola merupakan
membran, sebagai tempat penyimpana yang membantu dalam mengatur tekanan tugor
dari sel tumbuhan. Didakam sel tumbuhan umumnya ditemui lebih dari satu
vakuola. Tetapi vakuola menghabiskan ruang lebih besar dari pada yang lain,
yang menyimpan berbagai macam senyawa kimia. Vakuola berfungsi juga sebagai
ekskreasi produk-produk limbah dan pencernaan instraseluler molekul kompleks.
8. Kloroplas
Kloroplas
merupakan organel yang mengandung klorofil. Kloropil ini akan membantu dalam
proses fotosintesis, yaitu reaksi mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi
yang akan disimpan di molekul karbohidrat.
9. Peroksisom
Peroksisom
merupakan organel sitoplasma dari sel tumbuhan yang mempunyai kandungan enzim
oksidatif tertentu. Enzim itu digunakan dalam pemecahan metabolisme asam lemak
menjadi gula sederhana. Fungsi peroksisom ialah memecahkan asam lemak menjadi
gula dan membantu kloroplas dalam proses fotorespirasi.
10. Siteskeleton
Sitoskeleton
adalah jaring bekas-bekas protein yang menyusun sitoplasma dalam sel.
11. Lisosom
Lisosom adalah
organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang
berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom
ditemukan pada tahun 1950 oleh christian de duve dan ditemukan pada semua sel
eukariotik.
B. Sistem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup
B. Sistem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup
1. Molekul
Molekul merupakan
sekumpulan unsur-unsur yang membentuk suatu senyawa kimia.
Contoh objek kajian pada tingkat ini, yaitu molekul penyusun karbohidrat,
protein, lemak, DNA/RNA, virus, dan lain sebagainya.
2.
Sel
Sel adalah
sebuah unit struktural dan fungsional terkecil di dalam makhluk hidup. Contoh objek dari sel ini
antara lain adalah : Struktur Monera dan Protista, perbandingan sel hewan dan
sel tumbuhan, metabolisme sel, perbandingan sel prokariotik dan eukariotik, dan
juga teknologi kloning pada hewan dan manusia.
3.
Jaringan
Jaringan merupakan kumpulan dari beberapa sel yang mempunyai asal, bentuk,
ukuran, dan fungsi yang sama. Contoh jaringan yang ada pada manusia, yaitu :
jaringan epitel, jaringan tulang, jaringan saraf, dan lain-lain. Contoh objek
lainnya, seperti : struktur dan fungsi jaringan organisme serta teknologi kultur jaringan.
4. Organ
Organ merupakan sekumpulan
dari bermacam-macam
jaringan yang berfungsi untuk melaksanakan tugas tertentu.
Contoh organ pada manusia, yaitu : jantung, paru-paru, dan lambung. Sedangkan
contoh objek lainnya, seperti : teknologi transplantasi organ.
5.
Sistem Organ
Sistem
organ adalah kumpulan dari beberapa organ yang melakukan fungsi atau tugasnya
tertentu. Contoh sistem organ pada manusia, yaitu: sistem gerak, sistem
pernapasan, sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem koordinasi, sistem
ekskeri, dan sistem peredaran darah.
6.
Organisme
Organisme atau yang sering disebut
dengan Individu merupakan sebutan untuk
setiap makhluk
hidup tunggal. Pada
makhkluk hidup tunggal seluruh aktivitas kehidupannya telah dilakukan secara
mandiri. Contoh objek dari tingkatan ini adalah anatomi dan fisiologi.
7.
Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu atau
organisme yang sejenis pada suatu daerah yang sama dan dalam kurun waktu tertentu. Contoh
objek populasi ini adalah kepadatan populasi dan polimorfisme pada rayap,
populasi badak jawa, dan populasi harimau sumatera.
8.
Komunitas
Komunitas merupakan kumpulan dari berbagai populasi pada
suatu daerah yang sama dan dalam kurun waktu yang sama.
Setiap populasi memiliki jabatan fungsional (nisia) tertentu. Contoh objek dari
komunitas ini adalah komunitas di daratan, lautan atau perairan air tawar yaitu
komunitas sawah, komunitas danau, dan komunitas karang.
9.
Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan
lingkungan yang saling berinteraksi satu sama lain dan
membentuk hubungan timbal balik.
Contoh dari ekosistem ini adalah ekosistem hutan dan ekosistem akuarium.
10. Biosfer
Biosfer merupakan kumpulan ekosistem dalam skala luas yang berada
di seluruh permukaan bumi. Biosfer terbentuk oleh bioma-bioma, yaitu kumpulan
spesies (terutama tumbuhan) pada daerah tertentu di bumi yang
dicirikan dengan vegetasi tertentu yang dominan dan terlihat jelas di tempat
itu. Biasanya bioma diberi nama sesuai dengan vegetasi yang dominan ditempat
tersebut, seperti bioma hutan tropis, bioma tundra, bioma padang rumput, bioma
taiga, dan lain sebagainya.
Sumber:
Campbell Biology, Tenth Edition
Saya Mohon maaf
apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dihati pembaca, yaitu kesalahan baik
dalam pengejaan ilmiah maupun etika sopan sekian dan terimah kasih semoga dapat
membantu para remaja.
Langganan:
Postingan (Atom)
NAMA : ISPAWATI ASNAWIR NIM : M.18.02.108 FRAKSI PDIP PERTANYAKAN KAWASAN TANPA ROKOK gambar 1.1 Kawasan Tanpa R...










